Bagaimanakah Cara Beradaptasi Dengan Islam?

“Assalamu’alaikum Warahmatulloh Wabarakatuh”

Kaifa halukum ya ikhwah fillah ? Semoga kita senantiasa selalu dalam rahmat Allah ISubhanahu wata’ala.

Ceritanya kan ane bareng temen-temen pengabdian di Wadi Mubarak (Elkid) itu setiap minggu ada liqo bersama Ust. Syarif (beliau seorang aktivis ormas Islam) fokus kajian dan dakwah.

Nah, karena itu alangkah indahnya apa yang ane terima dari liqo tersebut bisa dishare ke temen-temen guna menambah wawasan keislaman dengan diikuti praktek dalam kehidupan sehari-hari aamiin.

Sesuai dengan judul materi liqo kali ini yaitu tentang:

Bagaimana Beradaptasi Dengan Islam?

adaptasi islam
© ummi-online .com

Memang banyak sih yang sudah Islam, tapi yang bisa beradaptasi!

كيف يتكيف بالإسلام ؟

Perlu kamu ketahui bahwa penjelasan kali ini sebenarnya sangat panjang, karena nggak mungkin ane tulis semua jadi untuk sekarang ane mau share poin-poin pentingnya aja ya.

Poin pertama yaitu tentang AQIDAH, na’am yes ya semua kaum muslim sepakat bahwa aqidahnya adalah لا إله إلا الله (tiada tuhan selain Allah) pertanyaan berikutnya adalah aqidah seperti apa yg sesuai dengan syariat Islam ?

Apakah aqidah لا إله إلا الله sudah tertancap kuat dalam diri sehingga memengaruhi kehidupan kita sehari-HARI ? Apa saja sub yang membentuk aqidah ?

Aqidah yang sesuai dengan Al-quran dan sunnah nabi Muhammad SAW atau lebih dikenal dengan ahlus sunnah wal jamaah merupakan aqidah yang harus dipegang.

Lalu Apa Saja Sub dari Aqidah?

adaptasi islam
© pinterest .com
  1. إعتقاد : Keinginan
  2. شعور : Perasaan/feeling
  3. فكرة : Pola pikir
  4. سلوك : Sikap/tingkah laku

Apabila semua sub di atas sudah kuat, dalam artian sudah sejalan dengan nilai-nilai Islam insya Allah akan bermanfaat bagi umat dan bangsa, aamiin.

Lalu bagaimana dengan para da’i di Indonesia? Mengapa ada Ulama yang tidak mewajibkan jilbab bagi perempuan? Mengapa ada dosen di perguruan tinggi yang mengatakan sholat itu tidak wajib, cukup berdzikir saja?

Apabila muncul pernyataan-pernyataan seperti itu bisa dipastikan orang tersebut bermasalah diantara 4 sub aqidah tersebut.

Studi Kasus

Baru-baru ini dunia MEDSOS Indonesia sedang digemparkan dengan pasangan T.M (qori, hafizh quran dan pengurus PEMUDA HIJRAH)dan S.F muslimah cantik.

Sebagaimana laki-laki pada umumnya T.M terpikat dengan S.F yang baru belajar ngaji di forum Pemuda Hijrah komunitas anak muda yang memiliki semangat hijrah dari masa lalu yang gelap.

Muslimah tsb salah satunya, dulunya tak pakai jilbab, gemar shopping barang-barang mahal, dugem, dan sebagainya.

.Singkat cerita T.M nikah dengan S.F, kemudian setelah menikah penampilan S.F berubah 180° menjadi sosok muslimah berhijab, berjalanlah kurang lebih 2 minggu pernikahan.

Kemudian T.M pergi untuk melanjutkan pendidikannya di Kairo (Mesir), sedangkan si istri S.F berlibur ke Eropa bersama keluarga.

Tak lama,S.F mengunggah foto bersama keluarga memakai celana jeans, kerudung modis kurang menutup aurat.

Lalu dilihatlah foto tersebut oleh sang suami, hingga pada akhirnya terjadilah cekcok antar Keduanya hingga melibatkan kedua belah pihak keluarga. Kabar terakhir dari media T.M menjatuhkan talak 1 ke sang istri S.F.

Dari kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran, bahwa ketika seseorang ingin berhijrah dari masa lalu yang gelap tetapi lupa bahwasanya ke 4 sub (keinginan, feeling, pola pikir, dan sikap) belum kuat akan terjadi ketimpangan terhadap keislamannya.

Mungkin saja hijrahnya baru samapai titik keinginan saja belum sampai pada tingkatan feeling, pola pikir, dan tingkah lakunya.

والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat 🤗

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Tinggalkan komentar