Buya Yahya Profil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon

BUYA YAHYA – Siapa yang tidak kenal Buya Yahya? Yup, Buya Yahya adalah Da’i kondang asal Cireboh yang sudah terkenal dimana-mana. Beliau merupakan pengasuh pondok Pesantren Al-Bahjah yang juga aktif di berbagai sektor usaha.

Asal tahu saja, sebelum beliau terkenal seperti sekarang. Dulunya beliau merintis majelis taklim dari musholla-musholla yang jama’ahnya tidak lebih dari 20 orang. Mjelis tersebut beliau jalankan secara istiqomah. Akan tetapi, sekarang jam’ah yang hadir di majelis beliau bisa sampai ribuan. Berikut profil lengkap Buya.

Loading...

Daftar Isi

Profil Buya Yahya

buya yahya
image source share4uindonesia.blogspot . com

Nama Asli       : Yahya Zainul Ma’arif
Nama Arab     : يحيى زين المعارف
Nama lain       : Buya Yahya
Tempat Lahir  : Blitar
Tanggal Lahir  : 10 Agustus 1973
Kebangsaan    : Indonesia
Agama            : Islam (Sunni)
Pasangan        : Fairuz Ar-Rahbini
Anak               : 4
Orang tua       : Jamzuri

Guru-guru Buya Yahya

buya yahya
image source catatanislamindonesia.blogspot . com

Diantra banyak guru-guru tempat Buya Yahya menimba ilmu, ada dua murobbi atau guru yang sangat mempengaruhi pemikiran Buya Yahya.

Dua guru tersebut adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun dan Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun.

Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun merupakan pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Darullughoh Waddakwah yang terletak di daerah Bangil, Pasuruhan, Jawa Timur.

Sedangkan Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun merupakan rektor dari Universitas Al Ahgaff di negara Republik Yaman.

Selain dua guru yang sangat berpengaruh tersebut, Buya juga memiliki banyak mursid dan murobbi yang memberikan ilmu kepadanya, diantaranya adalah :

Guru Buya Yahya dari indonesia.

  • Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso.
  • Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil.
  • Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
  • Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil.
  • Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang.
  • Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
  • Habib Muhammad Alhaddad, Malang.
  • Ust Nasihin, Bangil.
  • KH Imron Mahbub, Blitar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Guru Buya Yahya dari Luar Negeri

  • Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman.
  • Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman.
  • Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman.
  • Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman.
  • Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman.
  • DR. Ismail Kadhim Al Aisawi, Iraq.
  • Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman.
  • Syeh Muhammad Al Hafid Assyingqithi, Mortania.
  • Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
  • Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
  • DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
  • Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir dan masih banyak lainnya.

Pesantren Buya Yahya

Buya Yahya membangaun Pondok Pesantren dan Lembaga Pengembangan Da’wah dengan nama Al-Bahjah yang berada di lokasi Kabupatan Cirebon, Jawa Barat sebagai pusatnya.

Pesantren Al-Bahjah mempunyai banyak kampus yang tersebar di berbagai tempat. Kampus utama Al-Bahjah bertempat di Jalan Pangeran Cakra Buana No. 179, Blok Gudang Air, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kampus utama ini mulai dibangun pada bulan Juni 2008.

Selain konsen pada dunia Dakwah dan Ibadah, pesantren Al-Bahjah juga ikut andil dalam membangun perekonomina Indonesia.

Terbukti, Pesantren Al-Bahjah memiliki banyak jenis usaha. Beberapa usaha yang dijalankan oleh Pesantren Al-Bahjah seperti :

Minimarket AB Mart
Al-Bahjah Tour & Travel
Sekolah Dasar Islam Qur’ani (SDIQu) Al-Bahjah
Radio_QU
dan masih banyak lagi.

Berbagai unit usaha tersebut kebanyakan dijalankan oleh para santri khusus atau yang disebut Santri Khos.

Selain bergerak pada bidang dakwah dan sosial, Santri Khos juga ikut bertugas dalam mengurus dapur umum.

Pesantren Al-Bahjah ini kenlal dengan nilai-nilai Nahdiyin. akan tetapi, pesantren Al-Bahjah bukan milik ormas NU (Nahdratul Ulama).

Yang menarik dari pesantren ini adalah setiap santri di wajibkan menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan setiap harinya. Untuk santri yang baru masuk pesantren, diberikan waktu tiga bulan untuk beradaptasi dengan lingkungan, karena budaya di Pesantren Al-Bahjah penuh dengan nilai-nilai Islam.

Asal Usul Nama Pondok Pesantren Al-Bahjah
Asal usul pemilihan Nama “Al-Bahjah” sebagai nama untuk pondok pesantren dan majelis yang di asul oleh Buya Yaha adalah lebih banyak melihat dari sisi makna indah yang terkandung di dalam nama Al-Bahjah itu sendir.

“Al-Bahjah” memiliki arti kemilau sinar atau cahaya yang memiliki harapan agar pesantren Al-Bahjah ini bisa menjadi penerang bagi umat Baginda Nabi Muhammad SAW.
Riwayat Pengsuh Pesantren Al-Bahjah (Buya Yahya)

Awal kedatangan Buya Yahya pada akhir tahun 2005 atau awal 2006 ke Cirebon yaitu untuk menjalankan amah dari gurunya yaitu Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun (Rektor Universitas Al-Ahgaff Almurobbi) untuk memimpin kegiatan persiapan pesantren untuk mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah ke Universitas Al-Ahgaff Yaman.

Dalam melaksanakan kegiatannya, Buya Yahya menyewa ruangan di Ponpes Nuurussidiq, Tuparev-Cirebon. Hal tersebut berjalan sampai pertengahan 2006. Meskipun sudah dipercaya gurunya untuk memimpin persiapan pesantren, tapi Buya Yahya belum mendapat restu dari gurunya untuk menyampaikan dakwah kepada masyarakat.

Sekitar akhir tahun 2006, Buya menghadap kepada gurunya yang ada di Yaman. Mulai saat itulah, Buya diizinkan untuk berdakwah kepada masyarakat umum.

Buya Yahya memulai dakwahnya muladi dari hal-hal yang kecil. Beliau memulai dakwahnya dari musholla-musholla yang ada di Kota Cireboh.

Buya berdakwah dengan sabar dan tidak memaksakan kehendak. Karena belau tahu, bahwa dakwah ini merupakan proses hijrah yang harus dijalankan secara perlahan-lahan, sabar, dan istiqomah.

Dengan kesabaran yang dimiliki Buya dalam berdakwah. Alhamdulillah, dakwah beliau diberi kemudahan oleh Allah, sehingga beliau bisa membuka majelis taklim di Masjid terbesar di Kota Cirebon, yaitu Masjid Al-Taqwa.

Majelis Buya di Masjid At-Taqwa dilaksanakan hari setiap hari senin malam. Jama’ahnya pun semakin lama semakin bertambah. Dulunya yang hanya dihadiri sekitar 20 orang, sekarang jama’ah yang hadir sampai memenuhi Masjid.

Buya Yahya meyakini semua kemudahan yang belau dapatkan dalam jalankan dahwahnya tidak lepas dari izin Allah serta restu dari para gurunya.

Setelah sukses berdakwah di Cirebon, Buya Yahya melebarkan sayap dakwahnya ke berbagai tempat. Tempat-tempat yang menjadi jangkauan Buya adalah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan,Kabupaten Majalengka,Kabupaten Indramayu dan JABODETABEK.

Beberapa majelis taklim yang dibina oleh Buya Yahya :
Majlis yang diadakan masjid Al-Imam alun-alun kota Majalengka,
Masjid Al-Istiqomah Cilimus Kuningan, masjid Pertamina Klayan,
Masjid Al-Mustaqim Weru.

Tidak hanya majelis taklim yang ada di masjid-masjid saja yang menjadi ladang dakwah beliau. Majelis taklim yang bertampat di luar masjid pun tidak luput dari dakwah beliau.

Beberapa dakwah Buya Yahya selain bertempat di masjid seperti toko Yogya, Matahari Department Store Grage, Lembaga Pemasyarakatan Kesambi dll.

Setiap majelis yang beliau asuh diberi nama yang sama dengan nama pesantren beliau, yaitu Majelis Al-Bahjah.

Tahap perkenalan dengan masyarakat sudah dijalani oleh Buya selama satu tahun semenjak pertengahan tahun 2006. Pada saat itu juga, Buya mendapat kepercayaan sebagai direktur operasional di stasiun radio Islami Salma 101 FM. Lewat stasiun radio inilah, Buya Yahya banyak menghadirkan kalian-kalian yang menyejukkan hati.

Dakwah Buya Yahya tidak hanya pada majelis dan stasiun radio saja, media cetak juga menjadi ajang dakwah beliau. Buya Yahya aktif menulis di rubik masail diniyah di sebuah majalah Islami Al-Basyirah yang beredar di Jawa Timur. Selain itu belaiu juga mengsuh rubik tanya jawab di koran harian umum Kabar Cirebon.

Di TV, Buya Yahya juga pernah mengisi di acara Titian Qolbu TV one dan sampai saat ini Buya aktif berceramah di Cirebon TV yang tayang setiap malam Jumat dengan sebuah acara yang berjudul Hidup Indah Bersama Buya Yahya.

Berkat pertolongan dari Allah SWT, Buya Yahya dan tim dakwahnya bisa berdakwah lewat media online dan chanel radio milik pribadi.

Website resmi Buya Yahya adalah www. buyayahya. org dan nama radio resmi milik pesantren adalah RADIOQU 98.5 FM

Tinggalkan komentar