Jangka Sorong (Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya)

JANGKA SORONG – Buat kamu yang memiliki profesi sebagai mekanik, atau kegiatan-kegiatan berkaitan dengan hal tersebut, atau mungkin saja hanya sekadar belajar mengenai ilmu teknik serta mekanikal karena mendapat tugas sekolah atau kuliah, pastinya perlu mengetahui tentang seluk-beluk mengenai alat yang satu ini, berikut bagian-bagian, cara menggunakan serta bagaimana membaca hasil pengukurannya.

Jangka Sorong (Vernir Caliper)

jangka sorong
source tokopedia . com
Loading...

Jangaka sorong atau sigmat juga biasa disebut dengan vernier caliper. Salah satu alat untuk mengukur yang biasa dipakai dalam dunia teknik, khususnya teknik mesin, misalnya pada bengkel bubut, bengkel otomotif dan bidang semacamnya yang lain.

Fungsi Jangka Sorong atau Sigmat

Jangka sorong atau sigmat (Vernier Caliper) merupakan salah satu alat ukur yang biasa dipakai pada berbagai pengukuran, di antaranya adalah:

  • Dipakai dalam mengukur tinggi benda yang bertingkat.
  • Digunakan untuk mengukur ketebalan pada bagian dalam dan luar suatu benda, baik yang bentuknya bulat, kubus, bujur sangkar, persegi, dan lain-lain.
  • Digunakan dalam mengukur Inner ring (diameter pada bagian dalam).
  • Berguna dalam pengukuran Outer ring (diameter bagian luar) serta mengukur ketebalan sebuah benda di bagian dalam.
  • Sangat berguna dalam pengukuran kedalaman sebuah lubang.

Jangka sorong atau sigmat ini biasa dipakai untuk mengukur sebuah benda yang memerlukan hasil penilaian dengan presisi dan keakuratan yang teliti dan ketat, pengukurannya sampai pada tingkat seperseratus milimeter.

Jangka sorong atau sigmat mempunyai panjang 30 cm (13 inci) atau kurang, mempunyai tingkat keakuratan hingga 0,02 mm. Jenisnya ada yang manual juga ada yang digital.

Bagian-bagian Pada Jangka Sorong Manual

jangka sorong
source limpung . com

Inners Jaws atau Rahang Dalam

Bagian jangka sorong yang pertama adalah Inners Jaws atau rahang dalam. Pada bagian ini terbagi atas dua bagian, yakni satu bagian yang bisa digeser dan satunya lagi tetap.

Internal jaws atau rahang dalam ini memiliki fungsi pada saat pengukuran diameter bagian luar, sisi luar, ketebalan luar atau ukuran lebar di bagian luar benda.

Outer Jaws atau Rahang Luar

Bagian yang kedua dari jangka sorong adalah Outer Jaws atau rahang luar. Bagian outer jaws ini juga terdiri atas dua bagian, satu bagian yang tetap dan bagian lainnya bisa bergeser.

Outer jaws ini dipakai dalam mengukur diameter bagian dalam, sisi dalam, ketebalan dalam maupun lebar bagian dalam suatu benda

Depth Measuring Blade (Pengukuran Kedalaman)

Bagian ketiga dari jangka sorong adalah depth measuring blade (pengukuran kedalaman). Dept measuring blade (pengukuran kedalaman terdiri atas dua bagian. Satu sisi yang dapat memanjang atau bergeser, dan satu bagiannya lagi tetap, tidak dapat digeser.

Dept measuring blade (pengukuran kedalaman) ini memiliki fungsi pada pengukuran ketinggian, kedalaman, serta ketebalan luar maupun dalam suatu benda.

Skala Utama Hasil Pengukuran

Bagian lain dari jangka sorong atau sigmat yakni bagian yang tetap, tidak dapat digeser. Di bagian skala utama, terdapat garis-garis dan nilai yang berfungsi sebagai skala utama pada hasil pengukuran.

Pada hasil pengukuran, ada dua jenis skala satuan, yakni satuan imperial (Inch) yang letaknya pada bagian atas dan satuan skala metrik (melimeter dan centimeter) yang terletak di bagian bawah.

Skala Vernier atau Skala Nonius

Bagian jangka sorong yang ini adalah bagian yang bisa digeser, mempunyai 2 jenis skala nilai, yakni skala metrik (skala mm) di bagian bawah dan skala imperial (skala inch) di bagian atas.

Skala nonius (vernier) ini memiliki fungsi untuk menunjukkan hasil pengukuran, pada skala nilai utama dan pada skala bentuk desimal di hasil pengukuran utama.

Locking Screw atau Mur Pengunci

Locking screw ini memiliki fungsi untuk memantapkan posisi supaya hasil pengukuran yang didapatkan tidak bergerak/bergeser lagi.

Cara Membaca Hasil Pengukuran Jangka Sorong atau Sigmat

jangka sorong
source wikimedia . org

Berikut ini akan saya uraikan cara membaca hasil pengukuran jangka sorong atau sigmat, tahap demi tahap.

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menggunakan jangka sorong adalah dengan membersihkannya dari kotoran yang bisa saja mengganggu hasil pengkuran, karena kita tahu bahwa pengukuran menggunakan jangka sorong membutuhkan tingkat keakuratan yang tinggi.

Jangka sorong kamu geser hingga rapat, pastikan berada di posisi menunjukkan angka nol
Benda yang akan diukur dibersihkan terlebih dahulu hingga benar-benar tidak ada lagi material pengotor yang berpotensi mengurangi tingkat keakuratan hasil pengukuran.

Pengukuran dilakukan dengan menggeser jangka sorong sesuai dengan ukuran benda yang akan diukur.

Setelah itu, pastikan posisi benda yang hendak diukur pada posisi yang benar-benar telah terjepit sehingga akan terukur dengan benar.

Jangka sorong harus berada pada posisi yang benar-benar lurus secara horizontal maupun secara vertikal.

Hasil pengukuran yang ditunjukkan dibaca dengan teliti.

Hasil pengukuran dilihat di mana ditunjukkan oleh skala utama dengan memperhatikan titik yang ditunjukkan oleh garis nol di skala nonius (vernier).

Selanjutnya adalah perhatikan garis angka lainnya yang ditunjukkan oleh skala vernier dengan posisi lurus terhadap letak skala utama.

Kalau titik yang lurus menunjukkan angka nol pada garis skala vernier, itu artinya pengukuran yang dihasilkan berbentuk nilai bulat (bukan desimal).

Tetapi ketika angka yang ditunjukkan bukan angka nol, kamu harus memperhatikan angka yang mendekati dengan memperhatikan angka lainnya yang berada pada posisi lurus terhadap bidang skala utama.

Hasil dari pengukuran jika mendapati keadaan seperti itu berarti hasil pengukurannya berupa angka desimal.

Demikianlah pembahasan mengenai jangka sorong dan bagian-bagiannya serta cara pengukurannya. Semoga menambah wawasan kita.

Tinggalkan komentar