kawah ijen

Wisata Kawah Ijen Banyuwangi Lokasi Jalur Pendakian View Pemandangan Malam Hari

Kawah Ijen – Namanya sudah cukup populer di kalangan para pecinta alam, kawah ini menjadi salah satu rujukan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini ditandai dengan ramainya kawasan tersebut, terutama pada musim liburan. Nah untuk lebih jelasnya simak ini.

Kawah Ijen

kawah ijen
© boston.com

Nama Gunung Apai : Gunungng Ijen

Nama Lain : Gunung Kawah Ijen

Ketinggian : Tepi kawah 2.386 M.dpl dan Danau Kawah 2.145 M.dpl

Tipe Gunung : Strato

Kota Terdekat  : 33 km dari Banyuwangi

Lokasi :

  • Lokasi Administrasi : Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jawa Timur
  • Lokasi Geografis : 8°03′ 30 Lintang Selatan dan 114°14′ 30″ Bujur Timur

Pos Pengamatan : Kampung Pangsungsari, Licin, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.
Geografi 08°08′ 48.72″ Lintang Selatan dan 114°15′ 25.56″ Bujur Timur.

Itulah beberapa perkenalan seputar kawah ijen, bagi kalian yang ingin menikmati pesona indahnya kawah ijen terdapat 2 jalur yang bisa dilewati yaitu biasa orang menyebut jalur selatan dan utara.

Jalur Pendakian Kawah Ijen Selatan

Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilalui dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat dengan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor khususnya jenis jeep double gardan.

Karena sekitar 6 km sebelum hingga di Paltuding via jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekalian menanjak, perjalanan membutuhkan waktu sekitar satu jam, karena trek sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk pengangkut Sulfur tiap-tiap hari.

Dari Paltuding ke kawah yang berjarak 3 km dicapai dengan berjalan kaki lewat pondok pengairan atau pondok irigasi sekitar 90 menit.

Jalur Pendakian Ijen Utara

Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) melewati Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat.

Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sungguh-sungguh bagus sehingga bisa dicapai dalam waktu sekitar 2,5 jam.

 

Inventarisasi Sumberdaya Gunung Api

kawah ijen
© youtube.com

Ijen mempunyai sumberdaya gunungapi bervariasi dan betul-betul potensial yang mencakup :

a. Sublimat Sulfur.

Sublimat belerang adalah produk Gn. Ijen yang telah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam industri kimia. Sulfur dijadikan dari hasil sublimasi gas-gas sulfur yang terdapat dalam asap solfatara yang bersuhu sekitar 200 °C. Kapasitas sulfur rata-rata sekitar 8 ton/hari . Lapangan solfatara terletak di sebelah tenggara danau Kawah Ijen.

b. Sumber Mata Air Panas

Sumber mataair panas bertipe asam sulfat khlorida dengan temperatur 70 °C dan pH sekitar 2, 6 terdapat didekat lapangan solfatara Ijen. Padahal air panas netral bertipe bikarbonat dengan temperatur sekitar 45 ° terdapat di dalam kaldera Ijen sebelah utara ialah di Blawan, Kabupaten Bondowoso.

c. Air Danau Kawah Ijen

Danau Kawah Ijen ialah reaktor multi komponen yang didalamnya terjadi berbagai pelaksanaan bagus fisika ataupun kimia antara lain pelepasan gas magmatik, pelarutan batuan, pengendapan, penyusunan material baru dan pelarutan kembali zat-zat yang sudah terwujud sehingga menciptakan air danau yang betul-betul asam dan mengandung bahan terlarut dengan fokus sungguh-sungguh tinggi.

Air danau kawah ijen bisa dihasilkan gipsum dengan metode menambahkan kapur tohor kedalamnya. Dari hasil penelitian yang pernah dilaksanakan di BPPTK setiap 1 liter air kawah Ijen yang direksikan dengan kapur tohor secara stokiometri menjadikan 100 gram gipsum.

d. Lapangan Gipsum/Anhidrit

Pembentukan gipsum/anhidrit terjadi di bawah dam Kawah Ijen yakni di hulu Obyek Banyupait. Air danau kawah yang mengandung sulfat dengan fokus tinggi merembes dan atau lewat batuan sehingga terwujud gipsum. Batuan disini berfungsi sebagai sumber kalsium. Dengan adanya cara kerja penguapan/pemanasan di permukaan gipsum yang terjadi dapat kehilangan airnya sehingga menyusun anhidrit.

e. Batuan Vulkanik Khususnya Batu Apung

Batu apung banyak ditemukan disekitar danau kawah Ijen secara khusus di hulu Objek Banyupait.

f. Liburan Namun dan studi vulkanologi

Tak hanya sebagai tempat liburan, gunung ijen juga sangat menarik dijadikan sebagai tempat untuk melakukan studi geologi dan geokimia.

Wisata

Gunung Ijen adalah salah satu daerah tujuan liburan di Jawa Timur yang senantiasa ramai dikunjungi baik oleh pelancong domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk tak jarang mereka nikmati mulai dengan sistem berkemah di Paltuding.

Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal, menunjukkan bahwa keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan bagus.

Di Puncak G. Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau ada lapangan solfatara dinding danau yang merupakan dinding Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Obyek Banyupait.

Lapangan solfatara G. Kawah Ijen yang senantiasa melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat dan mengiritasi saluran pernapasan ini yakni objek wisata yang tidak pernah terlewatkan untuk didatangi, bahkan tempat ini disiang hari tidak pernah sepi sebab selalu terdapat penambang sulfur yang mengambil dan mengangkut/memikul sublimat belerang hingga di Paltuding.

Dam Kawah Ijen yakni bagian dari obyek wisata menarik tapi tidak selalu dikunjungi oleh pelancong dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana acap kali rusak karena terjadi longsor.

Dam Kawah Ijen merupakan bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dialamatkan untuk mengendalikan level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam.

Bendungan ini sekarang tak berfungsi karena air tidak pernah menempuh pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.

Terjadinya rembesan yang terus menerus ini mengakibatkan terjadi proses pembentukan gypsum dari hasil respon sulfat yang terkandung dalam air danau dengan senyawa Kalsium baik dari air hal yang demikian ataupun dengan Kalsium dari batuan yang dilalui dan proses penguapan yang juga mempercepat pembentukannya.

Lapangan Gipsum dapat menjadi salah satu obyek wisata yang menarik jika dikelola secara professional.

Tinggalkan komentar