masalah sosial

Jenis-jenis Masalah Sosial (Faktor Penyebab, Ciri-ciri, Dampak, dan Contohnya)

Masalah Sosial – Pengertian masalah sosial adalah suatu masalah yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Hal ini berdasarkan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

Pengertian Masalah Sosial Menurut Ahli

masalah sosial
Sumber gambar: Pengertianpakar.com

Perlu diketahui bahwa mempelajari masalah sosial termasuk penting dalam kehidupan, selain bertambahnya pengetahuan mempelajari masalah-masalah sosial akan menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain dan sangat fleksibel dalam mengatasi masalah. Untuk lebih jelasnya berikut ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:

Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian yang terjadi antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, di mana ketidaksesuaian tersebut bisa membahayakan kehidupan kelompok sosial masyarakat lainnya.

Jika antara unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan terganggu. Dan akibatnya timbul kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Martin S. Weinberg

Menurut Martin masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai keadaan yang bertentangan dengan nilai-nilai terhadap masyarakat yang cukup penting, di mana masyarakat telah sepakat melakukan suatu tindakan untuk merubah situasi tersebut.

Lesli

Menurut Lesi masalah sosial adalah suatu kondisi yang berpengaruh dalam kehidupan besar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan, oleh sebab itu perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi atau memperbaikinya.

Soetomo

Menurut Soetomo masalah sosial adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan terjadi pada sebagian warga masyarakat.

Arnold Rose

Menurut Arnold masalah sosial adalah situasi yang telah berpengaruh kepada sebagian besar masyarakat sehingga mereka yakin bahwa situasi itulah yang membawa kesulitan bagi mereka dan situasi tersebut bisa diubah.

Dari banyaknya pendapat di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang tidak diharapkan timbul dalam masyarakat, karena mengganggu ketentraman masyarakat, kemudian diperlukan juga adanya tindakan dari hasil kesepakatan bersama untuk mengatasi atau memperbaikinya.

Faktor Penyebab Timbulnya Masalah Sosial

masalah sosial
Sumber gambar: Blog.unnes.ac.id

Menurut Soerjono Soekanto faktor penyebab masalah sosial dibedakan menjadi 4 yaitu:

  1. Faktor ekonomi.
  2. Faktor biologis.
  3. Faktor psikologis.
  4. Faktor kebudayaan.

Faktor Ekonomi

Dalam segi ekonomi ini biasanya timbul masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah. Hal seperti ini bisa terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa masalah ekonomi sangatlah sensitif bagi masyarakat, oleh karena itu permasalahan sosial akan menimbulkan dampak seperti tindakan kriminalitas merampok, mencuri dll. Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Faktor ekonomi juga bisa dijadikan sebagai acuan atau tolak ukur kemajuan sebuah negara sekaligus menjadi faktor yang dapat memengaruhi masalah sosial terhadap aspek psikologis dan biologis dalam masyarakat.

Faktor Biologis

Kemudian yang kedua yaitu faktor biologis, di mana faktor ini juga bisa menimbulkan permasalahan sosial, misal terjadinya wabah penyakit, kurang gizi, dll.

Itu semua bisa terjadi karena kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai ditambah lagi dengan kondisi ekonomi dan pendidikan masyarakat yang kurang baik. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan atau hanya sekedar berbagi informasi yang terkait dengan pentingnya pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Faktor Psikologis

Faktor psikologis juga dapat berpengaruh terhadap masalah sosial. Faktor psikologis ini bisa muncul karena beratnya beban hidup yang dirasakan, sehingga akan mengeluarkan emosi dan memicu konflik di masyarakat.

Faktor Kebudayaan

Yang dimaksud kebudayaan adalah perkembangan budaya yang mempunyai peran dalam memicu timbulnya permasalahan sosial. Misal, kenakalan remaja, pernikahan dan perceraian, pernikahan dini, dan lain-lain.

Seharusnya faktor budaya ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dan penanganan yang tepat tanggap, hal seperti ini sebenarnya mencerminkan tradisi dan kebiasaan masyarakat.

Contoh Masalah Sosial yang Ada di Masyarakat

masalah sosial
Sumber gambar: Ikalpedia.blogspot.com

Setelah mengetahui faktor dan penyebab terjadinya masalah sosial, bab selanjutnya yaitu beberapa contoh yang sering terjadi di dalam masyarakat kita, terkhusus Indonesia.

Kemiskinan

Yang pertama yaitu kemiskinan, diartikan sebagai suatu keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.

Menurut sejarah, kondisi miskin dan kaya secara berdampingan tidak termasuk masalah sosial, sampai ketika perdagangan berkembang dengan pesat dan memunculkan nilai-nilai baru. Dengan berkembangnya perdagangan ke seluruh dunia dan ditetapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai masalah sosial.

Di dalam masyarakat yang mempunyai susunan organisasi bersahaja, kemungkinan tidak menjadi masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semua ini sudah ditakdirkan.

Kemiskinan menjadi suatu masalah sosial apabila mereka sadar, ternyata mereka gagal dalam memperoleh lebih dari pada apa-apa yang sudah dimiliki dan di dalam hati akan timbul perasaan ketidakadilan.

Dalam masyarakat modern, masalah kemiskinan dilihat dari suatu keadaan di mana seseorang tidak mempunyai kecukupan harta untuk memenuhi standar kehidupan di lingkungannya.

Contoh, ada salah satu keluarga yang tidak mempunyai televisi, motor, sementara para tetangga yang ada disekitar mempunyai barang-barang tersebut. Hal seperti inilah yang bisa menjadikan kemiskinan sebagai masalah sosial.

Secara sosiologis, penyebab timbulnya problem tersebut karena dari salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, lebih tepatnya lembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang ekonomi.

Kejahatan

Kejahatan terjadi karena sebuah kondisi dan proses sosial yang sama lalu menghasilkan perilaku sosial yang berbeda. Kejahatan bisa terjadi karena proses imitasi pelaksanaan peran sosial, kompensasi, asosiasi diferensiasi, konsepsi diri, identifikasi, dan kekecewaan yang agresif.

Perilaku jahat ini biasa dipelajari melalui pergaulan dengan pelaku kajahatan. Menurut E. H. Sutherland situasi seperti ini dinamakan sebagai proses asosiasi yang diferensial, karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut merupakan suatu akibat dari interaksi dengan perilaku kejahatan tadi.

Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga ialah perpecahan keluarga sebagai satu unit, karena para anggotanya gagal dalam memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peranan sosial.

Macam bentuk disorganisasi keluarga seperti buruknya komunikasi antar keluarga, perceraian, meninggalkan keluarga seperti perah atau dihukum, dan terganggu jiwanya (gila) yang terjadi pada salah satu dari pihak keluarga.

Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Midern

Pada umumnya masalah ini ditandai dengan 2 ciri yang berlawanan yaitu: Keinginan untuk melawan dan sikap yang apatis. Keinginan untuk melawan antara lain ialah ditujukan dalam bentuk radikalisme. Sedangkan sikap yang apatis contohnya, penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran miral generasi tua.

Dalam masyarakat yang sedang mengalami masa perubahan dari generasi muda seakan-akan terjepit antara norma-norma lama dan baru (yang kadang juga belum terbentuk). Generasi tua seolah-olah tidak menyadari bahwa sekarang ukurannya bukan usia tetapi kemampuan.

Generasi muda tidak diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Dalam masyarakat perkotaan, kondisi seperti ini diperparah dengan kurangnya perhatian orang tua kepada anak. Para orang tua tidak memiliki waktu cukup untuk mendampingi perkembangan si buah hati karena kesibukkannya dalam mencari nafkah atau mengejar prestasi.

Dengan demikian makan akan timbul suatu masalah-masalah sosial seperti di bawah ini:

  • Personal sens if value yang kurang ditamkan oleh orang tua.
  • Timbulnya pemuda kelompok atau organisasi informal yang tingkah dan perilakunya tidak disukai oleh kebanyakan masyarakat.
  • Timbulnya usaha generasi muda untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat, yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda.

Peperangan

Peperangan adalah sebuah bentuk pertentangan antara kelompok atau masyarakat (termasuk negara) yang pada umumya diakhiri dengan suatu akomodasi. Biasanya peperangan melibatkan beberapa kelompok atau masyarakat dari berbagai macam lapisan masyarakat.

Dampak dari peperangan ini menyebabkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan, baik itu dari negara yang menang maupun negara yang kalah.

Pelanggaran Terhadap Norma-norma Masyarakat

Pelacuran

Diartikan sebagai suatu pekerjaan menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan tindakan-tindakan sexual dengan tujuan mendapatkan upah. Faktor-faktor yang mempengaruhi bisa dari luar maupun tumbuh dalam diri sendiri.

Faktor yang timbul dari diri antara lain, nafsu sexual tinggi, sifat malas, dan keinginan untuk hidup yang lebih mewah. Faktor luar yaitu dari ekonomi dan urbanisasi.

Delinkuensi Anak-anak

Delinkuensi anak-anak atau biasa disebut dengan kenakalan remaja yang umumnya berupa perilaku dan tindakan yang tidak disukai masyarakat, seperti kebut-kebutan, perkelahian, meminta-minta uang atau barang secara paksa, dan lain-lain. Biasanya remaja seperti ini tergabung dalam organisasi semi formal seperti geng atau kelompok-kelompok preman.

Alkoholisme

Persoalan ini bukan terletak pada boleh dan tidaknya, akan tetapi bagaimana, bilamana, dalam kondisi yang seperti apa. Misal, seseorang mabuk di tengah jalan dan mengganggu lalu lintas atau menenggak minuman keras ketika berkendara yang itu semua membahayakan dan menyebabkan kecelakaan serta meninggalnya beberapa orang.

Tinggalkan komentar