Perjalanan Belajar SMP-SMA

Pondok pesantren, dulu waktu kecil takut banget kalo Orangtua ngomong mondok apalagi pas lulus SD ada rencana mau di masukin pesantren takutnya jadi bertubi-tubi.

Awalnya memang terpaksa tetapi lama-lama jadi terbiasa malah lebih betah di pesantren dari pada dirumah, dari kecil hidup sudah di pesantren sampai saat ini pun masih mesantren ya begitulah namanya juga orang haus akan ilmu.

Masa SMP

youtube.com

Menurut saya masa smp adalah masa untuk coba-coba hal baru dari hal yang buruk sampai dengan yang baik-baik, sebagaimana pengalaman yang telah saya lewati.

Awal seseorang ingin mecoba-coba biasanya terdapat rasa ingin tau yang berlebihan atau bisa disebut dengan Kepo. Istilah tersebut sering digunakan oleh anak zaman sekarang padahal ga semua orang tau apa kepanjangan dari KEPO mungkin yang sering ngmong juga ga tau.

Kepo merupakan singkatan yang diambil dari bahasa Inggris yaitu: (Know Everything Personal Object)  udah pada tau kan artinya kalo ga tau saran saya buka kamus aja dah.

a. Masuk Asrama

Boarding School – WordPress.com

Masih begitu tergambar didalam pikiran sampai sekarang, waktu itu hari rabu bulan juni 2008 bersama 3 orang teman berangkat dari rumah menuju pesantren yaitu pondok pesantren Darussalam Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Awal menjalani hidup sebagai santri itu rasanya nano-nano banget deh dari mulai sedih, senang, bahagia, seru, tapi lebih banyak ngenesnya sih.

Ketika waktu sore datang pasti kebanyakan dari santri baru nangis termasuk saya entah mengapa pokoknya waktu sore itu perasaan sedih karena kangen orangtua selalu berdatangan.

Namun seiring berjalannya waktu saya pun sangat betah dan menikmati hidup di pesantren dengan segala bentuk aktifitas yang sangat padat dan bermacam-macam dari mulai bangun tidur sampai dengan tidur lagi waktunya sudah tersusun rapi.

b. Mencari Kelas

pixabay.com

Waktu itu hari senin dimana hari pertama saya menginjakkan kaki di bangku smp dengan memakai seragam putih biru ditambah peci hitam khas pesantren, saya menuju sekolah ditemani 3 orang teman mereka adalah sahabat saya ketika SD.

Sampai di gedung sekolah kami kebingunan karena gedung nya yang begitu besar dan luas maklum lah sekolah SD kami terlalu kecil udah gitu tersembunya di balik tembok lagi parah banget dah pokoknya.

Karena kebingungan kami pun bertanya kepada salah satu satpam, setelah mengetahui gedungnya sebelah mana, kemudian kami mencari kelas muter-muter ga ketemu, hingga sampai puteran ke 3 kali ahirnya ketemu juga terlihat nama saya di papan pengumuman yang berada di depan kelas.

c. Menjalani Aktifitas

gontor.ac.id

Bisa dibilang kaget banget dengan segala bentuk aktifitas yang penuh bangun dari jam 03.00 sholat tahajjud sampai mnejelang subuh, waktu tersebut merupakan yang paling males di antara waktu-waktu lainya, tak sedikit santri yang bermain kucing-kucingan dengan para pengurus.

Di pesantren saya ada banyak sekali asrama sedangkan 1 asrama terdiri dari 4 kamar karena itulah kami sering bermain kucing-kucingan, setiap malam pengurus ngebangunin berjalan dari satu kamar menuju kamar lain.

Di bangunin dari kamar 1 lanjut ke kamar 2 dan selanjutnya biasanya ketika pengurus lanjut ke kamar berikutnya yang kamar 1 pada tidur lagi dan pada ahirnya air yang akan bertindak.

d. Masa-masa Senior

pesantrenalihsanbe.or.id

Iya kehidupan ini terus berjalan yang tadinya lemah bisa menjadi kuat, yang tadinya junior sekarang menjadi senior dan menguasai daerah setempat.

Masa senior bagi saya adalah masa yang begitu suram apalagi setelah mengenal orang-orang yang lumayan badung, saya yang dulunya biasa saja sekarang menjadi sering kabur dari pesantren jarang ikut ngaji sampai pada suatu saat pernah dipanggil oleh salah satu ustad.

Saya disidang sendirian di kantor, sang ustad mulai menjabarkan semua kesalahan namun saya terus membantah apa yang di katakan beliau, dan pada ahirnya kesabaran beliau pun habis meja dipukul dan pecah.

Dengan segala emosi sang ustad berkata kamu mulai dari sekarang boleh keluar atau kabur dari pesantren asalkan sudah selesai ngaji, mungkin karena peristiwa itu sampai saat ini ilmu yang dulu saya pelajari tiada membekas di hati.

Maka dari itu jangan sekali-kali membuat gurumu murka, karena ilmu tidak akan bisa masuk ke dalam hati seseorang yang kotor.

Sekolah SMA PHP

pixabay.com

Selesai ujian nasional smp saya pun pulang kerumah karena sudah liburan, menurut saya liburan terlalu lama kurang lebih 3 bulanan hingga membuat saya malas untuk sekolah lagi, disela-sela liburan saya memutuskan untuk bekerja sebagai kuli ya itung-itung ngilangin kebosenan.

Dari nguli tersebut saya mengenal uang sudah mulai mata duitan sampai-sampai saya enggan untuk melanjutkan sekolah lagi, namun tidak sesui harapan karena pihak keluarga selalu mendesak untuk melanjutkan sekolah.

Dan pada ahirnya saya dikirim ke daerah Bogor Jawa barat untuk sekolah, ok lah saya nurut tapi dengan syarat harus masuk sekolah smk dengan jurusan TKJ (teknik komputer jaringan) orangtua pun meng iyakan syarat tersebut.

Berangkatlah ke Bogor kebetulan saya mempunyai kakak disana, ahirnya kami sekeluarga bermalam dirumah kakak, ke esokan harinya berangkatlah ke sekolah dan mulai belajar selang waktu beberapa minggu ternyata saya salah masuk jurusan.

Distulah saya sangat kecewa dan sampai pada puncaknya saya ga mau sekolah alias berhenti.

a. Nganggur

bali.tribunnews.com

Saya telah resmi keluar dari sekolah, 2 bulan terdiam dirumah makan, tidur, hingga datanglah kebosanan. Saya pun mempunyai keinginan untuk nyantri lagi tapi ga sekolah alhamdulillah keluarga menyetujui dan masuklah pesantren.

Dipesantren mendapatkan pengalaman baru lagi, di sela-sela jam sekolah saya bergegas pergi ke kandang untuk mengurus hewan peliharaan waktu itu saya mempunyai beberapa ayam hias, kelinci, dan burung dara.

Dan di siang harinya saya bekerja sebagai buruh tukang cuci motor, gaji yang didapatkan dari kerja tersebut bisa dibilang sangat kurang hal itu bisa dilihat dari resiko pekrja yang terlalu berbahaya kulit tangan dan kaki menjadi rusak dan banyak lagi lainya.

Malam hari ba’da maghrib sampai dengan jam 21:00  ditambah ba’da subuh sampai jam 06:00 adalah waktu ngaji dan belajar, di pesanten inilah saya merasakan banyak manfaat setelah keluar walaupun hanya sebentar kurang dari 1 tahun.

Di pesantren itulah saya belajar membaca Alquran dengan metode talaqqi alhamdulillah selesai dengan mendapat sanat.

b. Lulus

Selesai belajar dilanjutkan dengan selametan sekaligus wisuda, seminggu setelah wisuda sudah jarang nginep dipesantren lagi, agenda saya disibukkan dengan mencari sekolah karena kebetulan mendekati tahun ajaran baru.

Setelah mendapatkan sekolah yang diinginkan saya bersama orangtua silaturrahim ke rumah pak kiyai untuk silaturrahim sekalian pamitan untuk melanjutkan sekolah.

Sekolah SMA beneran

alhikmahblitar.org

Lulus smp tahun 2011 setelah mengalami masa nganggur selama 1 tahun ahirnya datanglah tahun ajaran baru 2012 dengan aktifitas baru juga. SMA IT Baitussalam Parung Bogor itu nama sekolahku.

Sekolah tersebut mempunyai 2 macam ada yang fullday dan boarding school saya memilih yang boarding atau asrama mirip-mirip dengan pesantren tapi bukan pesantren.

a. MOS

barkabar.com

Hampir di setiap lembaga entah itu negeri maupun swasta pasti ada yang namanya Mos (masa orientasi siswa) acara tersebut sebenarnya sangat bagus dan baik.

Namun sekarang ini banyak terjadi penyelewengan acara tersebut dijadikan sebagai bahan bully an sehingga ketika si junior telah menjadi senior secara otomatis mereka akan balas dendam terhadap para juniaor yang baru.

Kasus tersebut semakin marak saat ini termasuk di sekolah saya sendiri, bagi saya acara mos ga terlalu penting bukanya saling mengenal mengasihi satu sama lain tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

b. Awal-awal Masuk Kelas

youtube.com

Seperti pada umumnya masuk kelas malu-malu berkenalan dengan teman-teman baru makin lama makin asyik seru, tetapi berbeda dengan gurunya makin lama makin nyebelin 😀

Mengikuti pelajaran bagi saya adalah hal yang paling berat serasa ga nyampe otaknya mungkin itu efek gara-gara berhenti sekolah 1 tahun, namun dengan seiringnya waktu otak pun menjadi pulih kembali ga terasa berat menerima pelajran.

Malah pingin selalu belajar sampai dikasur saya isinya penuh dengan buku-buku, pada saat saya membuat ketetapan bagi diri saya sendiri pokoknya kalau belum membaca buku ga boleh tidur.

c. Perasaan Setelah Beberapa Bulan

Saya heran dengan sekolah boarding ini, karena pada saat awal masuk langsung betah ga ada lagi rasa kangen rumah, orangtua dll. Mungkin karena fasilitasnya yang terlalu lengkap dan nyaman.

Disini sekolah hanya sampai hari jum’at sedangkan hari sabtu digunakna sebagai ekskul, ekskul nya pun ada banyak sekali mulai dari kesenian sampai dengan keahlian ada semua.

Dulu saya memang tidak terlalu suka dengan kesenian makannya saya mengambil ekskul Bahasa Arab, kalo sekarang sih lebih suka kesenian.

Saking betahnya ketika liburan sekolah saya lebih memilih untuk tinggal di asrama dari pada pulang kerumah, ada beberapa sih dari teman-teman yang ga pulang namun mereka mempunyai alasan tersendiri biasanya yang rumahnya jauh selain buang-buang duit liburanya juga nanggung.

Tinggal di asrama saat liburan tuh mempunyai rasa tersendiri bebas mau ngapa-ngapain dari mulai tidur, makan sepuasnya asalkan beli sendiri.

d. Pesantren Bukan Kali

pixabay.com

Banyak yang bilang kalo asrama saya itu pesantren tapi menurut saya bukan sama sekali, tau sendiri kan kalo pesantren dengan kegiatan yang padat dan kitabnya yang bertumpuk-tumpuk dan diajarkan kemandirian.

Kenapa bukan pesantren, karena ga diajarkan kemandirian maka dari itu saya betah tapi sedih juga sih, pas masih jadi santri baru saya dilarang mencucui baju sendiri namun seiring bejalanya waktu saya protes dan ahirnya boleh nyuci sendiri.

Mana ada pesantren hanya makan tidur doang, dengan segala fasilitasnya dari mulai halaman sampai asrama bahkan kamar itu ada OB nya yang bekerja sebagai tukang rapih-rapih dan bersih-bersih udah gitu belajar pun juga males-malesan terkadang gurunya juga ga ada.

e. Lulus

www.alihamdan.id

Tak terasa sekarang ini saya sudah menjadi sang senior dan sebentar lagi akan menempuh hidup baru di jenjang perkuliahan.

Setelah liburan panjang kami kembali ke asrama untuk mempersiapkan acara terahir yaitu wisuda angkatan kami dari persiapan dana, tempat, dan penampilan-penampilan semua itu membutuhkan waktu 1 minggu.

Sampailah pada hari H semua peserta wisuda berdandan yang laki memakai jas warna hitam dan perempuan memakai gamis, di iringi dengan musik khusus kami memasuki ruangan wisuda terlihat sangat meriah acara tersebut.

Acara selesai kami pun berfoto dengan keluarga masing-masing, saat itu hanya kedua orangtua saya yang ga datang tapi ga perlu sedih foto bersama teman-teman pun jadi.

Seluruh acara telah selesai dan kami pulang menuju kampung halaman masing-masing sampai sekarang ga pernah ketemu lagi.

Baca Juga: Perjalanan Selama Mesantren

Tinggalkan komentar