Pengertian Zakat Fitrah Lengkap Dengan Niat Serta Do’a yang Diucapkan (Panduan Terlengkap)

Zakat Fitrah – Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nisob atau syarat-syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang-orang yang telah ditentukan pula, dalam hal ini sudah tercantum dalam Al-Qur’an surat At-taubat ayat 60.

Artinya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Zakat

zakat fitrah
© lampost .co

Secara bahasa Arab zakat memiliki beberapa makna :

1. At-Thohuru

At-Thohuru artinya membersihkan atau mensucikan, oleh sebab itulah perkara ini mempunyai makna penegasan bahwa orang-orang yang selalu menunaikan zakat hanya karena Allah semata dan bukan karena ingin mendapat pujian manusia, maka Allah akan membersihkan serta mensucikan baik harta benda maupun jiwanya.

Dalam hal ini Allah berfirman di surat At-Taubah ayat 103

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnnya do’a kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lahi Maha Mengetahui”

2. Al-Barakatu

Al-Barakatu artinya berkah, maka ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Keberkahan tersebut lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih terhindar dari kotoran, yang mana kotoran tersebut sudah kita bersihkan.

3. An-Numuw

An-Numuw artinya tumbuh dan berkembang, makna ini menegaskan bahwa orang yang menunaikan zakat maka hartanya akan selalu terus tumbuh dan berkembang (dengan izin Allah).

Hal ini didapatkan dari kesucian dan keberkahan harta yang telah dikerjakan kewajibannya yaitu zakat.

Hampir tidak ada orang yang menunaikan zakat karena Allah subhanahu wata’ala kemudian ia banyak terjerat masalah dalam harta atau pun usahanya, tentu yang kita dengar sebaliknya yaitu kesuksesan dan keberkahan dalam hidupnya.

Zakat Fitrah

zakat fitrah
© Rubrikmedia .com

Ibadah zakat adalah satu kewajiban di dalam agama Islam. Zakat deperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala yang artinya:

Dan dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat, dan kebaikan apapun yang kalian kerjakan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan” (Q.S Al-Baqarah:110)

Rasululloh shallAllahu ‘alaihi wasallam juga bersabda mengenai zakat yang tercantum di banyak hadits-haditsnya, seperti:

“Islam didirikan di atas 5 pondasi, 1 bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, 2 mendirikan sholat, 3 membayar zakar, 4 haji ke Baitullah, 5 puasa di bulan Ramadham” (H.R. Bukhori & Muslim)

Di hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya menunaikan zakat hartanya” (H.R. At-Tabrani)

Rukun Zakat Fitrah

  1. Niat ikhlas
  2. Adanya pemberi zakat fitrah atau muzakki, bisa diwakilkan bagi anak-anak dan hamba sahaya
  3. Adanya penerima zakat atau mustahik, bisa disalurkan melalui Amil (orang yang bertugas)
  4. Adanya makanan pokok sesuai dengan makanan pokok tempat yang akan diberikan zakat
  5. Takaran sesuai dengan apa yang sudah disayari’atkan

Pengertian Zakat Fitrah

zakat fitrah
© bimbinganIslam .com

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan bagi seorang muzakki yang sudah mempunyai kemampuan untuk menunaikannya.

Diantara kewajiban seorang muslim yaitu menunaikan zakat fitrahnya, karena pada dasarnya puasa di bulan Ramadhan tergantung di antara langit dan bumi, dan sungguh tidak akan terangkat melainkan dengan zakat fitrah.

Seperti yang disebutkan dalam hadits, Rasululloh ShallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Zakat fitrah merupakan penyucian bagi orang yang berpuasa dari kekurangan dan makanan bagi orang faqir & miskin”.

Sebagaimana seorang muslim diwajibkannya untuk menunaikan zakat fitrah, tak hanya berhenti sampai situ ia juga wajib untuk mempelajari bagaimana cara menunaikan zakat fitrah yang benar.

Hukum Membayar Zakat

zakat fitrah
© marketslant .com

Zakat fitrah itu hukumnya wajib bagi semua kalangan, tidak memandang kelas sosial, umur, serta keadaan fisiknya selama di seorang muslim.

Meski begitu, rasanya kurang jika tidak mendengar dalil-dalilnya. Karena itulah berikut akan kami sajikan dalil mengenai hukum zakat fitrah.

Dari Ibnu Umar ia berkata :

“Rasululloh menfardhukan zakat fitri 1 sha’ kurma atau 1 sha’ gandum atas budak sahaya, orang  merdeka, laki-laki, wanita, kecil, dan besar dari kaum muslimin. Dan Nabi memerintahkan untuk ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju sholat Ied” [HR. Bukhori, kitab zakat bab fardhu shodaqotul fthri 3/367, NO. 1503 dan lafadzanya diriwayatkan oleh muslim].

Siapa yang Wajib Mengeluarkan Zakat?

Apabila kita menengok hadits di atas maka jelas sekali bahwa semua umat islam itu diwajibkan untuk mengeluarkan zakat, akan tetapi yang jadi pertanyaan adalah “Apakah semua muslim diharuskan untuk membayar zakat fithrah?

Jika semua umat islam diwajibkan untuk membayar zakat tentu ini akan menjadi problema, bagaimana tidak, contoh seorang bayi ia tidak akan sanggup membayar zakat, jangankan membayar, lha wong jalan aja belum bisa!

Oleh sebab itu zakatnya mereka diwakilkan oleh orang tuanya yang baik hati dan muslim.

Dahulu Ibnu Umar zakat anak kecil dan dewasa, sehingga dahulu ia benar-benar menunailan zakat anakku”. (HR. Bukhori kitab zakat bab 77, no. 1511, Al-Fath, 3375). Begitu juga dengan budak hamba sahaya, mereka diwakili oleh tuannya. (Al-Fath. 3/369).

Kemudian muncul pertanyaan lagi, bagaimanakah dengan janin? Mengenai hal ini tidak terdapat dalil kuat yang menerangkan wajibnya janin untuk dizakatkan fitrah oleh wali atau orang tuanya.

Sehingga janin tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrahnya kecuali janin tersebut lair sebelum kelahirannya di bulan suci Ramadhan.

Lalu bagaimana dengan orang yang tidak mampu? Hal ini perlu dikaji lagi, seperti apa kadar ke tidak mampuan orang yang tidak wajib zakat fitrah.

Menurut pendapat Ibnu Qayyim dalam Bada’i’lul Fawa’id 4/33 “Apabila kewajiban itu melekat ketika ia mampu melaksanakannya kemudian setelah itu ia tidak mampu, maka kewajiban tersebut tidak gugur baginya. Dan tidak menjadi kewajibannya (yaitu gugur) apabila ia tidak mampu sedari kewajiban itu mengenainya”.

Syarat Wajib Zakat

zakat fitrah
© opinionnigeria .com

Syarat wajib zakat fitrah itu ada 3 antara lain :

1. Beragama Islam

2. Menjumpai Akhir Bulan Ramadhan dan Awal Bulan Syawal

Titik temu ketika itu adalah pada saat terbenam matahari terakhir bulan Ramadhan. Sehingga ketika ada seseorang meninggal setelah terbenamnya matahari atau seorang bayi yang dilahirkan sebelum terbenamnya matahari, maka wajib atasnya zakat fitrah.

3. Mampu

Memiliki kelebihan harta pada hari raya dan malamnya dari kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, tempat tinggal, dan pembantu (yang ia butuhkan untuk mengurus keperluan diri beserta keluarga yang wajib dinafkahi) untuk dirinya dan untuk orang-orang yang wajib ia nafkahi.

Apabila salah satu dari kalian sudah memenuhi ke 3 syarat di atas makan hukumnya wajib untuk menunaikan zakat fitrah, meskipun di sisi lain ia seorang mustahik (orang yang berhak menerima zakat).

Sebagaimana ia wajib menunaikan zakat fitrah atas dirinya, diwajibkan juga baginya menunaikan zakat fitrah terhadap orang-orang yang wajb dinafkahi.

Adapun orang-orang yang wajib dinafkahi itu antara lain :

  1. Orang Tua kandung yang faqir
  2. Isteri
  3. Anak kandung yang belum baligh dan faqir, atau sudah baligh tapi faqir dan tidak mampu bekerja

Catatan

  • Anak kandung yang sudah baligh dan tidak wajib diafkahi oleh orang tuanya maka wajib menunaikan zakat fitrah atas dirinya sendiri. Dan apabila orang tua menunaikan zakat atas diri anak tersebut, maka harus ada takwil atau izin dari anak tersebut dalam menunaikan zakat.
  • Pembantu rumah tangga zakat fitrah atas dirinya sendiri, jika majikan ingin menunaikan zakatnya, maka harus ada takwil atau izin terhadap pembantu tersebut

Dengan Apa Kita Zakat Fitrah?

zakat fitrah
© ummi-online .com

Setelah memenuhi 3 syarat wajib zakat maka ia wajib mengeluarkan zakat, besarnya yaitu 3½ liter dari bahan makanan pokok (sesuai yang berlaku di daerah masing-masing).

Rasululloh ShallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibni Umar RadhiAllahu ‘anhuma “Rasululloh telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan terhadap orang-orang, sha’ (± 3½ liter)  kurma atau sha’ (± 3½ liter) gandum atas setiap orang yang merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan dari kaum muslimin”.

Perselisihan Ulama Mengenai “Zakat Fitrah Dengan Uang”

Ada dua pendapat ulama terkait masalah ini, pertama memperbolehkan membayar zakat fitrah menggunakan uang. Sedangkan pendapat kedua melarang menggunakan uang.

Kembali ke permasalahan status zakat fitrah. Apakah statusnya sebagai zakat harta atau sebagai zakat badan?

Apabila berstatus sebagai zakat harta maka cara pembayarannya sebagaimana zakat harta perdagangan. Pembayaran zakat perdagangan tidak menggunakan benda yang diperdagangkan, akan tetapi memakai uang yang nilainya sama dengan zakat yang dibayarkan.

Seperti zakat emas & perak, pembayarannya tidak harus memakai emas atau perak, akan tetapi diperbolehkan menggunakan uang dengan nilai yang sama.

Sebaliknya, apabila status zakat fitrah dijadikan sebagai zakat badan maka cara pembayarannya mengikuti prosedur pembayaran kafarah untuk semua jenis pelanggaran.

Terjadinya kafarah ini akibat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh badan, bukan kewajiban karena harta. Pembayaran kafarah harus menggunakan sesuatu yang sudah ditetapkan, dan tidak boleh menggunakan selain apa yang sudah ditetapkan.

Apabila terdapat seseorang membayar kafarah dengan selain ketentuan yang ditetapkan maka kewajibannya untuk membayar kafarah belum gugur dan harus diulang.

Contoh, seorang suami-istri yang melakukan hubungan di siang hari pada bulan Ramadhan, tanpa alasan yang dibenarkan.

Adapun kafarah untuk pelanggaran macam ini yaitu membebaskan budak, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang fakir miskin, dengan urutan sebagaimana yang telah disebutkan.

Tidak boleh hukumnya membayarkan kafarah dengan menyedekahkan uang seharga budak. Begitu juga dengan puasa, akan tetapi putus-putus. Juga tidak boleh memberi uang Rp. 5.000 kepada 60 fakir miskin.

Mengapa demikian? Karena kafarah ini wajib dibayarkan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.

Imam Malik Mengatakan

“Tidak sah apabila seseorang membayar zakat fitrah dengan mata uang apa pun. Tidak demikian yang diperintahkan Nabi” (Al-Mudawwanah Syahun).

Imam Syafi’i Mengatakan

“Penunaian zakat fitri wajib dalam bentuk satu sha’ dari umumnya bahan makanan di negeri tersebut pada tahun tersebut” (Ad-Din Al-Khas).

Imam Ahmad

“Siapa saja yang menunaikan zakat menggunakan mata uang zakatnya tidak sah” (Al-Mughni, Ibnu Qudamah).

Kapan Waktu Menunaikan Zakat Fitrah?

zakat fitrah
© baznaslingga .org

Zakat fitrah wajib ditunaikan mulai terbenamnya matahari terakhir bulan Ramadhan, akan tetapi zakat fitrah bisa ditunaikan sejak masuknya bulan Ramadhan.

Namun waktu yang paling afdhol yaitu antara terbit fajar hari raya sampai sholat Idul Fitri. Adapun hukum menunaikan setelah sholat Idul Fitri hukumnya makruh. Dan apabila menunaikan setelah terbenamnya matahari di hari raya makan hukumnya haram dan zakat fitrah tetap saja wajib dikerjakan.

Siapa Saja yang Boleh Menerima Zakat?

zakat fitrah
© radiotahmid .com

Perlu dicatat bahwa zakat fitrah tidak boleh disalurkan ke sembarang orang, dalam hal ini Al-Qur’an sudah menjelaskan yang tercantum dalam surat At-Taubah ayat 60, terdapat 8 orang yang boleh menerima yaitu:

  1. Faqir adalah orang yang tidak mempunyai harta atau pekerjaan sama sekali, atau mempunyai namun tidak dapat menutupi setengah dari kebutuhannya
  2. Miskin yaitu orang yang mempunyai harta atau pekerjaan tetapi hanya bisa menutupi setengah dari kebutuhannya
    • Adapun yang dimaksud kebutuhan itu adalah kebutuhan primer sederhana.
  3. Amil ialah orang yang dilantik secara resmi oleh pemerintah untuk mengelola zakat
    • Amil ini berhak menerima zakat, apabila tidak mendapat gaji atau upah dari pemerintah. Dan yang berhak ia terima dari zakat hanyalah sekedar upah yang wajar. Jika ia menerima upah dari pemerintah, maka tidak berhak menerima zakat
    • Adapun kebanyakan panitia zakat yang ada di masjid atau musholla di masyarakat, mereka bukanlah Amil yang dimaksud dalam syari’at, karena mereka tidak dilantik secara resmi oleh pemerintah
  4. Muallaf adalah seseorang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah, atau seorang tokoh masyarakat yang masuk Islam yang imannya kuat, yang dengan diberikannya zakat maka diharapkan keislaman orang-orang yang setaraf dengannya
  5. Fir Riqob budak yang memiliki akad dengan majikannya bahwa dirinya akan merdeka apabila ia mampu melunasi kepada majikannya dengan jumlah yang sudah disepakati
  6. Ghorim yaitu orang yang berhutang bukan untuk maksiat
  7. Fi Sabilillah orang yang berperang di jalan Allah melawan orang kafir tanpa digaji oleh pemerintah
    • Perlu dicatat bahwa para kiyai, ustad, guru, musholla/masjid, pesantren, madrasah, dan semisalnya. Mereka bukanlah yang dimaksud dengan “Fi Sabilillah“.
  8. Ibnu Sabil adalah orang yang musafir atau orang yang untuk sampai ke suatu tujuan

Do’a Niat Zakat Fitrah

zakat fitrah
© anggapaud.blogspot .com

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Niat ini diucapkan oleh diri kita sendiri tanpa diwakilkan kepada orang lain. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut :

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘annafsi fardhon lillahi ta’ala
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala

Niat untuk Istri

 

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri ‘an zaujatii fardhon lillahi ta’ala
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta’ala

Niat untuk Anak Laki-laki

Ini biasa dilakukan bagi orang tua yang mempunyai anak laki-laki yang masih kecil atau belum bisa membaca berikut lafadznya :

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an walidi fardhon lillahita’ala
Artinya :
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an bintii fardhon lillahi ta’ala
Artinya :
Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

Niat untuk Diri Sendiri dan Keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘annii wa ‘an jamii’i maa yal zamanii nafaqotuhum syar’an fardhon lillahi ta’ala
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an …. fardhon lillahi ta’ala
Artinya :
Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas …. (titik di isi nama orang yang ingin berzakat), Fardhu karena Allah Ta’ala

Tinggalkan komentar