doa berbuka puasa

Doa Berbuka Puasa yang Shahih Dzahaba Lengkap Senin Kamis Sesuai Sunnah Rosul

Doa Buka Puasa –  Berbukalah dengan cepat, bergegaslah untuk bisa berbuka, jangan menunda-nunda buka. Mentang-mentang hebat oh saya kuat, bukanlah itu tapi sunnah, perlu digaris bahwa ternyata kita perlu kepatuhan terhadap syariat.

Apabila berbuka hendalah kita ta’jilul futur (mempercepat buka) paling utama yaitu dengan kurma, lalu jika tidak ada dengan air. Biasakan selalu dengan kurma, jika belum biasa maka harus dibiasakan.

Lalu ada sebagian dari kita karena mungkin tidak mengerti, ada kurma tapi masih mendahulukan gorengannya, hal seperti ini sangat disayangkan karena tidak mendapatkan sunnah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ada sebagaian orang karena memang tidak terbiasa dengan sunnah, lalu ia memakan yang lainnya. Memang benar di saat tidak adanya kurma maka bisa digantikan dengan air atau hal-hal lain yang manis.

Kemudian kita juga disunnahkan juga untuk membaca doa-doa yang akan dijelaskan di bawah ini.

Doa Berbuka Puasa

doa buka puasa
serbamau.blogspot.com

 ذَهَبَ الظَّمَـأُ،  وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ،  وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabazhoma’u, wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, insya Allah

“Hilanglah dahaga, basahlah tenggorokan-tenggorokan, dan telah ada pahala, insya Allah”

Teks haditsnya. Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan :

«…كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:  «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ

Rasululloh Shallallhu ‘alaihi wasallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca : «Dzahaba-zhama’u, wabtalatil ‘uruuqu…» (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musanand 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kemudian ada lagi doa yang selama ini dibacai oleh mayoritas kaum muslimin di belahan dunia ini yaitu :

 اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ,  وَبِكَ آمَنْتُ,  وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wabika amantu wa’ala rizkika afthortu birahmatika yaa arhamarrahimiin

“Ya Allah karenaMu aku berpuasa, dan denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah, dan atas rizkimu aku berbuka, dengan rahmatMu ya Allah Tuhan Maha Pengasih”

 وَأَمَّا مَا اشْتُهِرَ عَلَى الْأَلْسِنَةِ ” اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ” فَزِيَادَةٌ، (وَبِكَ آمَنْتُ) لَا أَصْلَ لَهَا وَإِنْ كَانَ مَعْنَاهَا صَحِيحًا، وَكَذَا زِيَادَةُ (وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَلِصَوْمِ غَدٍ نَوَيْتُ

“Adapun yang masyhur di lisan masyarakat, (Allahumma laka shumtu wabika amantu wa‘ala rizqika afthartu) maka tambahan (wabika amantu) tidak ada asalnya walaupun maknanya benar. Demikian juga tambahan (wa’alaika afthartu wa lishaumi ghadin nawaitu)” (Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, 4/1387).

Memang doa dengan teks semacam ini tidak pernah diajarkan oleh baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi bukan berarti tidak boleh kita baca karena makananya itulah yang diajarkan oleh bagina Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan siapapun boleh membuat doa dari dirinya, asalkan tidak bertentangan dengan syari’at baginda Nabi, apalagi maknanya diambil dari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian ada 3 orang yang do’a-Nya tidak akan ditolak :

  1. Pemimpin yang adil.
  2. Orang yang berpuasa sampai dia berbuka (para ulama mengatakan disaat puasa itulah doa kita dikabul).
  3. Doa orang yang dizalimi.

Baca juga : Doa setelah sholat terlengkap 

Tinggalkan komentar