Jenis-jenis Baja dan Kegunaannya Beserta Gambar

Baja bisa dikatakan logam paduan (material buatan) dengan besi Fe (Ferum) sebagai unsur utama dan karbon (C) menjadi unsur paduan utamanya. Banyak elemen-elemen bervariasi sebagai pembentuk baja, sehingga menghasilkan jenis-jenis baja yang berbeda.

Tentunya, dengan hal tersebut, ketika akan menggunakan material vital ini sebagai bahan konstruksi, harus disesuaikan berdasarkan jenisnya. baik dari segi komposisi maupun penggunaannya.

Apalagi proses pengerjaan konstruksi menggunakan baja membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga tidak boleh main-main. Agar tidak salah langkah, tentu perlu mengetahui secara jelas jenis-jenisnya.

Untuk itulah, berikut telah dihadirkan dua pengklasifikasian baja, berdasarkan komposisi dan penggunaannya, sebagai berikut:

1. Jenis Jenis Baja Berdasarkan Komposisi

Hal pertama yang dijadikan dasar pengklasifikasian jenis jenis baja adalah terkait komposisi material penyusunnya. Lantaran, material berbeda telah menghasilkan kualitas baja yang berbeda pula, seperti di bawah ini:

1. Baja Paduan

Baja paduan (alloy) adalah baja yang membentuk paduan dengan beberapa elemen dan telah diberi unsur tambahan. Tujuan dari penambahan unsur tersebut adalah untuk meningkatkan ketahanan baja pada reaksi kimia reduksi dan oksidasi. Pada kondisi temperatur rendah, unsur tambahan juga dapat meningkatkan sifat mekanik baja.

Hal ini menciptakan pula sifat-sifat baja paduan yang khas, seperti low alloy steel atau baja paduan rendah. Kemudian yang kedua ada medium alloy steel atau disebut baja paduan menengah. Sedang, untuk yang lebih tinggi disebut high alloy steel.

Berdasarkan sifatnya, baja paduan dapat diklasifikasikan menjadi spesial alloy steel dan baja high speed steel, yang dapat dirinci sebagai berikut:

a. Special Alloy Steel

Varian baja paduan khusus lebih dikenal dengan nama special alloy steel. Jenis ini memliki komposisi berbagai logam, seperti mangan, molybdenum, nikel, chromium, vanadium dan tungsten.

Logam yang ditambahkan ke dalam baja akan mengubah kimia baja dan sifat mekanik menjadi lebih tangguh, kuat, serta tahan panas.

b. High Speed Steel

Kandungan karbon yang terdapat dari baja high speed steel ini memiliki kadar antara 0,7% hingga 1,5%. Jenis baja ini umumnya dipakai untuk proses konstruksi sebagai peralatan potong, seperti drills, reamers, milling cutters, dan sebagainya.

Alat potong tersebut mempunyai kecepatan lebih kencang ketika dioperasikan. Makanya jenis ini disebut high speed steel.

Jika dibandingkan dengan pemakaian dari baja karbon steel, alat potong high speed steel 2 kali lipat lebih cepat.

Oleh karena kecepatan tinggi dalam pengoperasiannya, harga yang ditawarkan pun pastinya lebih mahal dari jenis carbon steel.

2. Jenis Baja Karbon

Baja karbon merupakan material campuran besi karbon. Dengan unsur paduan terjadi karena proses pembentukannya dan sifatnya ditentukan oleh unsur karbon.

Terdapat tiga jenis klasifikasi pada baja karbon yakni jenis baja karbon tinggi, baja karbon rendah, dan varian baja karbon dengan kadar menengah. Tentunya diklasifikasikan sesuai dengan penyusunan kadar jumlah karbon dalam baja tersebut.

Karakteristik baja karbon rendah mudah dicetak dan mudah diolah menggunakan mesin serta mengandung unsur karbon berkisar 0,05% sampai 0,3%. Sedangkan baja karbon menengah memiliki unsur kandungan 0,3% hingga 0,5%, sehingga lebih sulit untuk dibengkokkan, dipotong, ataupun di las. Terakhir, baja karbon tinggi yakni yang punya kadar berkisar 0,6% sampai dengan 0,15%.

Baja karbon berkadar rendah umumnya digunakan untuk plat kapal, lembaran profil struktural seperti C, H dan L. Untuk baja karbon menengah dipakai untuk komponen mesin, rel kereta api serta roda gigi. Sedang pengaplikasian baja karbon tinggi untuk aneka perkakas, paling utama sebagai alat potong.

3. Jenis Baja Berdasarkan Penggunaannya

Saat ini telah banyak yang menggunakan baja sebagai bahan konstruksi karena ditinjau dari segi kekuatan, kekakuannya, dan fleksibilitas yang lebih unggul. Berdasarkan penggunaanya, klasifikasi baja dibedakan menjadi dua jenis yakni seperti berikut ini:

1. Baja Konstruksi

Baja konstruksi mudah dirangkai dan mempercepat proses pembangunan, sehingga kerap digunakan sebagai bahan konstruksi dalam bangunan yang tinggi dan luas.

Keunggulan dari baja konstruksi ini, seperti telah terbukti aman, kokoh, material tahan api, bisa didaur ulang, banyak desainnya, dan sebagainya. Dengan kandungan karbon yang dimiliki baja konstruksi kurang dari 0,7% C.

Tipe baja konstruksi terbagi menjadi beberapa bagian, yakni tipe rangka, tipe cangkang dan tipe suspensi. Konstruksi tipe rangka baja cocok diaplikasikan pada struktur pergudangan, atap, jembatan, BTS Operator seluler, pabrik, Tower Transmisi Listrik dan sebagainya.

Contoh yang memakai tipe rangka pada bangunan terkenal di dunia yakni Menara Eifel di Paris, Perancis.

Untuk tipe cangkang lebih ke arah bangunan yang mempunyai kubah di bagian atasnya, misalnya masjid, stadion ataupun gelora. Salah satu bangunan yang mengaplikasikan tipe cangkang atau Shell-Type Structure adalah Sapporo Dome.

Sedangkan tipe suspensi memerlukan tingkat elastis yang tinggi, seperti kabel baja pada jembatan.

2. Baja Perkakas

Baja perkakas merupakan baja spesial atau khusus yang digunakan sebagai logam pada pembentukan perkakas untuk mengubah suatu bentuk. Sebagai alat perkakas, jenis ini harus mempunyai sifat tajam, tahan panas, tahan pakai, kuat, mudah diasah, dan ulet. Pasalnya, mengandung komposisi karbon lebih dari 0,7% C.

Saat ini, sebagian besar baja perkakas dikeraskan melalui media udara. Namun pengerasan dalam memakai media air dan minyak juga masih tersedia dalam jumlah yang banyak.

Munculnya perkakas dengan media udara telah meningkatkan ketahanan aus, stabilitas ukuran, dan ketangguhan.

Setiap unsur paduan dari baja memiliki pengaruh yang besar, sehingga terciptanya berbagai jenis jenis baja dengan keutamannya yang spesial. Oleh karena banyak keunggulan dari baja ini, alhasil banyak orang yang memakai material baja sebagai bahan konstruksi.

Terakhir, sebaiknya gunakan material baja sesuai dengan jenis dan fungsinya, agar tidak salah dalam pemakaiannya!


Baca: Jenis-jenis Alat Berat Konstruksi


Leave a Comment