Jenis-jenis Tembakau dan Cara Penanamanya

Artikel ini akan membahas jenis-jenis tembakau dan bagaimana cara menanam yang baik. Tembakau adalah salah satu tanaman yang sangat populer di Dunia, tembakau merupakan produk pertanian semusim bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai bahan baku rokok dan cerutu.

Jenis-jenis Tembakau

portalmadura.com

Tembakau juga dapat dikunyah (Nginang) istilah dalam bahasa Jawa. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat.

Tanaman Tembakau sangat sensitif terhadap cara budidaya, lokasi tanam, musim/cuaca, dan cara pengolahan. Karena itu tembakau tidak akan menghasilkan kualitas yang sama apabila ditanam di tempat yang berbeda agro ekosistemnya.

Di Indonesia, tembakau yang baik hannya dihasilkan di daerah-daerah tertentu. Kualitasnya sangat ditentukan oleh lokasi penanaman, waktu tanam, dan pengolahan saat panen. Berdasarkan cara pengolahannya di bagi menjadi 4 antara lain:

  1. Tembakau kering asap (disimpan di gudang kemudian di oven hingga kering).
  2. Tembakau kering panas (dijemur di bawah terik Matahari tanpa dirajang).
  3. Tembakau kering angin. (digantung di gudang hingga kering).
  4. Tembakau kering jemur (dirajang kemudian dijemur dibawah terik Matahari.

1. Tembakau Kasturi

pixabay.com

Tembakau kasturi merupakan tembakau yang hanya dihasilkan di wilayah Kabupaten Jember Jawa Timur dan sekitarnya, sehingga tembakau ini banyak dicari oleh industri Rokok di Indonesia.

Untuk menghasilkan tembakau terbaik maka di perlukan juga cara penanaman dan pengolahan yang baik dan benar.

Berikut tips-tips menanam tembakau jenis Kasturi.

2. Tembakau Srintil

rokokidonesia.com

Banyak yang bilang tembakau ini tembakau mahal harga kisaran mulai ratusan ribu hingga jutaan per kilo gramnya. Tembakau jenis srintil ini tembakau yang tumbuh begitu saja secara alami, kemunculan Srintil dideteksi ada sejenis jamur yang tumbuh saat daun tembakau belum dirajang.

Jamur ini yang membuat kualitas tembakau menjadi bagus. Kualitas Srintil baru akan muncul setelah daun tembakau dimatangkan selama tiga hari.

Ciri-ciri tembakau srintil, berwarna cokelat gelap, lembab, berbau harum dan kadar nikotinnya tinggi, daunnya berada dipucuk pohon (masa petik terakhir), berbentuk melengkung hampir keriting, dan susah dirajang.

3. Tembakau Besuki na-oogst

jenis tembakau jember
irtusss.com

Tembakau jenis ini adalah tanaman yang berasal dari daerah Jember Jawa Timur. Sejak dulu Jember memang terkenal akan produk rempah-rempah yang satu ini, tidak hanya dipasarkan di Indonesia akan tetapi tembakau ini juga diekspor ke Bremen Jerman. Dalam Penggunaannya tembakau ini biasa dijadikan bahan utama sebagai pembalut cerutu (dekblad), selain itu juga dipakai pengikat (binder) dan untuk isi (filter).

Cara Menanam

1. Pemilihan Lahan

Pemilihan lahan, tembakau dapat ditanam di sawah atau Tegal ingat bahwa tembakau ini adalah tanaman musiman yang hanya boleh ditanam pada musim-musim tertentu lahan harus terbuka dan mendapatkan sinar matahari penuh

Tanaman ini cocok ditanam di daerah yang dekat dengan pantai, penanaman yang baik dilakukan setelah lahan tersebut ditanami padi.

2. Pembuatan Got/Saluran Air

Tanaman tembakau sangat membutuhkan air pada masa pertumbuhannya, akan tetapi jangan terlalu kebanyakan air karena tanaman ini rawan membusuk jika terlalu banyak air, maka dari itu agar tanaman lebih aman kita buat Got.

Yang nantinya berguna sebagai sarana memasukkan dan mengeluarkan Air. Dengan adanya got maka permukaan air tanah segera turun dan terjadi proses oksidasi di dalam tanah.

3. Pengolahan Tanah

Pertama perlu dilakukan pembajakan tanah agar tanah menjadi gembur, bisa dengan tenaga kerja ternak, dicangkul sendiri atau dengan tenaga mesin (traktor). Jika dalam pengolahan tanah masih kurang gembur, maka diperlukan tambahan tahapan pengolahan selanjutnya agar tanah menjadi gembur.

4. Penanaman

Waktu penanaman yang tepat adalah saat musim kemarau, penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, sebelum menanam tanah disiram air terlebih dahulu, penyiraman air tergantung cuaca, (kira-kira sendiri).

Bila pH tanah rendah perlu ditambah kapur 100 – 200 gram per lubang tanam sebelum tanam. Bibit dipegang pada pangkal batang, kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Lubang tanam ditimbun lagi dengan tanah dan ditekan hati-hati supaya akar bibit menempel pada tanah, penimbunan ini dilakukan sampai leher bibit, tetapi pucuk bibit jangan sampai tertimbun.

5. Jarak Tanaman

Jarak tanam sangat menentukan kualitas daun tembakau yang dihasilkan. Jarak tanam yang rapat akan menghasilkan daun yang tipis dan kecil, sedangkan jarak tanaman yang terlalu renggang akan menghasilkan daun tembakau yang lebar dan lebih berbobot namun populasi berkurang, silahakan anda pilih sendiri mau yang mana.

6. Penyulaman

Tahap selanjutnya yaitu penyulaman atau mengganti tanaman yang terlihat kurang bagus dan dimungkinkan tidak bisa tumbuh bagus. Selambat-lambatnya 3 hari setelah tanam, apabila tanaman mati dalam jumlah lebih dari 10%, maka sebaiknya dilakukan penanaman ulang Tujuan dari penyulaman yaitu untuk mempertahankan keseragaman populasi.

Keseragaman tanaman merupakan kunci sukses pembentukan produksi dan kualitas tembakau.

7. Pemupukan

Pada dasarnya pupuk yang digunakan untuk tanaman tembakau dikehendaki pupuk yang tidak mengandung khlor (Cl). Pada cuaca basah pemberian unsure N dibatasi, sedangkan unsur P perlu ditambah dari perlakuan pada kondisi normal.

Pada cuaca kering tanaman tembakau memerlukan unsur N lebih banyak dibandingkan pada cuaca normal atau basah.

8. Pengairan

Penyiraman tanaman dilakukan secara terus menerus hingga tanaman cukup kuat untuk menahan teriknya matahari.

9. Penyemprotan Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan secara intensif setelah umur 7 hari setelah tanam hingga umur 63 hari setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit  menggunakan pestisida sintetik dengan dosis dan waktu sesuai kondisi lapang.

Hama pada tanaman tembakau yaitu ulat, kutu daun, trips, dan kutu putih. Sedangkan penyakit pada tanaman tembakau yaitu penyakit lanas, penyakit layu bakteri, penyakit busuk batang, penyakit virus, nematoda puru akar, dan penyakit patik.

10. Panen

sorotmagelang.com

Kriteria petik pada saat umur tanaman berkisar 65 hari sampai 70 hari, tergantung kesehatan tanaman dan perlakuan pemupukan nitrogen (N). daun tembakau telah berwarna hijau kekuningan atau ujung daun menguning.

Cara petik pada saat daun telah lembap (kesap) dari embun pagi atau agak lebih siang agar kandungan gula cukup tinggi sehingga akan lebih manis saat dikonsumsi sebagai Rokok.

 

Tinggalkan komentar