Kumpulan Cerita Rakyat Pendek, Dongeng Anak Sebelum Tidur Bergambar dan Mudah Dipahami

Cerita Rakyat – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia terkenal sekali akan cerita rakyat, legenda, dan semacamnya. Seperti lengenda-lengenda yang kerap kali kita dengar dan bahkan sampai dijadikan sebuah acara televisi Nasionl. Tau Kan!

Nah, pada kesempatan kali ini alihamdan akan berbagi ilmu pengetahuan mengenai pengertian cerita rakyat, legenda, folklore, dongeng, dan sebagainya. Tak lupa juga dengan kumpulan cerita rakyat nusantara yang sering kita dengar maupun yang jarang sekali kita ketahui.

Pengertian Cerita Rakyat

cerita rakyat
© savelling.blogspot.com

Cerita rakyat merupakan sebuah cerita yang asalnya dari masyarakat dan berkembangnya pun juga di masyarakat.  Cerita rakyat berkembang secara turun-temurun dan disampaikan secara lisan, sehingga kerap disebut sebagai sastra lisan. Biasanya cerita rakyat itu bersifat anonimitas (identitas pengarang tidak diketahui).

Ciri-ciri Cerita Rakyat

Setidaknya terdapat 9 ciri utama cerita rakyat antara lain:

  1. Bersifat tradisional
  2. Disampaikan secara lisan
  3. Hasil karya nilai-nilai luhur
  4. Berkembang dari mulut ke mulut
  5. Terdapat banyak versi dan variasi
  6. Disampaikan secara turun-temurun
  7. Bersifat anonimitas
  8. Tidak diketahui siapa yang membuatnya
  9. Mempunyai bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya

Jenis-jenis Cerita Rakyat

Terdapat 4 jenis cerita rakyat antara lain cerita binatang, legenda (asal-usul), cerita pelipur lara, dan cerita jenaka.

Cerita Binatang

Cerita binatang atau biasa disebut dengan fabel adalah sebuah cerita yang para tokohnya berupa binatang dengan peran layaknya manusia, seperti bisa berbicara, makan, minum, dan bekeluarga.

Karena itu fabel tidak semata-mata hanya sebagai cerita seekor binatang saja, melainkan sebagai metamorphosis bagi kehidupan manusia. Cerita yang digambarkan melalui binatang ini bertujuan agar tidak menyinggung para pelaku dan orang yang mendengarnya.

Asal-usul (Legenda)

Pengertian legenda adalah sebuah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh orang yang mempunyai cerita benar-benar terjadi. Berbeda dengan fabel, cerita asal-usul ini terbagi menjadi 3 jenis antara lain:

  • Cerita asal-usul binatang
  • Cerita asal-usul terjadinya suatu tempat
  • Cerita asal-usul dunia tumbuh-tumbuhan

Cerita Pelipur Lara

Cerita jenis ini merupakan cerita yang berfungsi sebagai penghibur hati, oleh karena itu dinamakan cerita pelipur hati. Dalam kisah ini akan dikisahkan mengenai hal yang indah-indah, penuh fantasi, dan impian yang sangat menawan.

Seperti contoh misalnya tentang sebuah kehidupan istana, kehebatan senjata keramat, keajaiban-keajaiban, dan hal-hal lain yang menggambarkan sebuah keindahan serta menimbulkan kebahagiaan.

Cerita Jenaka

Cerita jenaka adalah bagian cerita rakyat yang unsurnya bersifat jenaka atau lucu yang dapat menimbulkan tawa. Kebanyakan cerita ini didasarkan pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Alurnya langsung bersifat terhadap kelakuan si pelaku. Contoh cerita jenaka yang sangat populer di telinga masyarakat Indonesia yaitu seperti Pak Banjir, Lebai Malang, dan Si Kabayan.

Artikel terkait cerita lucu

Cerita Rakyat Nusantara

cerita rakyat
© youtube.com

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas bahwa cerita rakyat merupakan sebuah cerita legenda yang berkembang di dalam masyarakat. Oleh karena itu hampir di setiap daerah di Indonesia mempunyai cerita rakyat masing-masing, seperti berikut contohnya.

Cerita Malin Kundang

cerita rakyat
© youtube.com

Saya yakin semua masyarakat Indonesia sudah akrab dengan cerita yang satu ini, memang cerita Malin Kundang begitu populer di kalangan masyarakat umum, cerita tersebut mengajarkan bahwa kita agar tidak durhaka terhadap orang tua.

Saking populernya cerita rakyat yang satu ini kerap kali dijadikan sebagai ajang perfileman di acara TV nasional. Cerita Malin Kundang ini diangkat dari latar belakang suatu desa nelayan di daerah Sumatera Barat pasnya di Pantai Air Manis, Padang Selatan.

Jika kamu mengunjungi tempat tersebut pasti akan menjumpai sebuah batu yang menyerupai orang sujud. Batu yang berbentuk tidak wajar itu dipercaya sebagai perwujudan seorang Malin Kundang.

Ini Ceritanya

Pada zaman dahulu, tersebutlah sebuah keluarga yang sangat miskin, keluarga tersebut terdiri dari Ibu dan si anak yang bernama Malin Kundang. Sejak lalma Ayahnya pun meninggalkannya, sebab itu lah sang Ibu harus bekerja lebih keras agar bisa menghidupi keluarga kecilnya.

Dulunya Malin adalah seorang anak yang pintar, akan tetapi sedikit mempunyai sifat nakal. Ketika beranjak dewasa, si Malin merasa teramat kasihan terhadap Ibunya yang sejak dulu bekerja keras untuk menghidupinya.

Karena itu Malin meminta izin pergi ke tanah rantau untuk mencari pekerjaan di kota besar.

Malin: “Ibu, aku ingin merantau ke kota. Aku ingin kerja agar bisa membantu Ibu di sini” .

Ibunya: “Jangan kau tinggalkan Ibu sendirian lah nak, Ibu hanya punya kamu saja di sini” (Ibu menolaknya).

Malin: “Bu izinkan aku pergi. Aku kasihan melihat Ibu terus-terusan bekerja seorang diri hinggnanti”.

Ibunya: “Kalo begitu baik lah nak, tapi jangan lupakan Ibu di sini ketika sukses nanti” sambil berlinangan air mata.

Keesokan harinya Malin pun pergi ke kota besar dengan menaiki sebuah kapal. Setelah sekian tahun lamanya, dia sukses di perantauannya. Berbeda dengan yang dulu, sekarang Malin sudah menjadi saudagar kaya yang memiliki banyak kapal dagang.

Malin juga sudah menikah dengan wanita cantik pilihannya. Berita si Malin yang menjadi orang sukses kaya raya sampai kepada Ibunya, sang Ibu pun sangat senang ketika mendengar berita tersebut.

Setiap hari sang Ibu selalu menunggunya di pinggir pantai, dengan harapan anak semata wayangnya kembali dan mengangkat derajat Ibunya, akan tetapi hal itu menjadi khayalan semata, si Malin tak kunjung menemuinya.

Tepat pada suatu hari istri Malin bertanya perihal Ibu Malin dan ingin bertemu dengannya, Malin pin tidak bisa menolak keinginan si istri yang begitu ia cintai.

Kemudian Malin bergegas menyiapkan perjalanannya untuk pulang ke kampung halamannya menggunakan kapal milik pribadi yang besar dan megah. Dan akhirnya Malin pun datang  ke kampung halaman beserta istri dan anak buahnya.

Mendengar berita ini sang Ibu pun merasa sangat bahagia, saking bahagianya ia berlari menuju pantai untuk segera melihat anak semata wayangnya pulang.

Tanya Ibu: Apakah itu kamu Malin, anakku? Ini Ibu mu, kamu ingat kan! “Malin anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar sama sekali” sambil memeluk anaknya.

Melihat kenyataan ini, si istri terkejut bahwa wanita tua, bau, dan dekil itu memeluk suaminya. Kemudian istrinya berkata “jadi ini wanita dekil dan bau ini adalah Ibu kamu, Malin”

Sebab rasa gengsinya, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan Ibunya dan mendorongnya hingga sang Ibu terjatuh.

Ucap Malin: “Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin itu, dasar wanita tua tak tahu diri, sembarang saja mengaku sebagai Ibuku”

Mendengar perkataan anak kandungnya begitu, sang Ibu merasa sangat sedih dan murka. “Ya Tuhan ku yang maha kuasa atas segalanya, jika dia adalah benar-benar anakku, aku mohon berikan azab atasnya dan jadikan ia menjadi batu”

Tak lama setelah itu angin dan petir bergemuruh menghantam dan menghancurkan kapal anaknya (Malin Kundang). Kemudian tiba-tiba tubuh Malin Kundang kaku dan menjadi batu yang menyatu dengan karang.

Itulah cerita tentang seorang Malin Kundang anak yang durhaka terhadap Orang Tua. Dari cerita ini kita dapat ambil kesimpulan bahwa sikap durkaha terhadap Orang Tua itu akan menimbulkan bencara terhadap diri kita.

Cerita Pendek Lutung Kasarung

cerita rakyat
© youtube.com

Pada zaman dahulu kala di tatar pasundan terdapat sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang bijak, beliau diketahui sebagai Prabu Tapak Agung.

Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri menawan yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.

Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai substitusi. “Saya terlalu tua, sudah saatnya untuk turun tahta,” kata Prabu Tapa.

Purbasari mempunyai kakak yang bernama Purbararang. Dia tidak sepakat adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Saya putri Sulung, harus ayahanda memilih saya sebagai substitusinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya.

Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya memiliki niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang dukun untuk memanterai Purbasari. Dukun itu memanterai Purbasari sehingga ketika itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam.

Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tak sesuai menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.

Lalu ia memerintah seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari.

Bahkan ia sempat mengarahkan Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan usai, Tapi Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima beri paman”, ujar Purbasari.

Selama di hutan ia memiliki banyak teman adalah binatang-binatang yang senantiasa berperilaku baik kepadanya. Diantara binatang hal yang demikian ada seekor lutung berambut hitam yang misterius.

Lutung itu yang demikian paling perhatian terhadap Purbasari. Lutung kasarung senantiasa menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga-bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-sahabatnya.

Pada malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Dia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Dia sedang memohon sesuatu terhadap Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa.

Lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya bening sekali. Airnya mengandung obat yang benar-benar harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, tanya Purbasari. Namun dia berkeinginan menurutinya.

Tak lama sesudah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sungguh-sungguh terkejut dan senang saat ia berkaca di telaga hal yang demikian.

Di istana, Purbararang menetapkan untuk memperhatikan adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Dikala sampai di hutan, ia walhasil bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan.

Purbararang tidak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak berkeinginan kehilangan muka, dia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang.

Awalnya Purbasari tak berharap, tapi sebab terus didesak ia meladeni. Rupanya rambut Purbasari lebih panjang.

“Baiklah saya kalah, tapi sekarang ayo kita adu rupawan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat terhadap Indrajaya. Purbasari mulai resah dan kebingungan.

Hasilnya dia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”.

Pada dikala itu juga Lutung Kasarung seketika bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah benar-benar rupawan, lebih dari Indrajaya.

Semua terkejut memandang kejadian itu seraya bersorak bersuka cita. Purbararang alhasil mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum.

Purbasari yang bagus hati memaafkan mereka. Sesudah kejadian itu kesudahannya mereka seluruh kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, ditemani oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini senantiasa menemaninya dihutan dalam wujud seekor lutung.

Cerita Rakyat Bahasa Jawa Keong Mas

cerita rakyat
© youtube.com

Kira-kira wis setaun Desa Dhadapan ngalami mangsa ketiga sing dawa, mergo kuwi panganan dadi larang lan akeh gawe lelara uripe warga ketula-tula.

Ora beda mbok Randha Dhadapan, pawongan wadon sing lola tanpo dulur, anggo nyambung uripe sabendino dheweke luru krowodan ing alas kewan. Kewan kali kang nyisa ing sawedhing mbebegan.

Kahanan kaya mengono dheweke ora ngeresula. Malah aku nyaketake marang Gusti sing Moho Kuoso. “Duh Gusti peringana pepajar ing desa kaula mugi-mugi inggal kalis saking prahara punika”.

Esuk-esuk mbok Randha lungo menyang alas golet panganan. Nalika lagi milang-milang weruh cahaya cumlorot saka sak tengahing kali kanga sat. Ing bathine tuwuh pitakon “cumlorot apa kuwi, kok kaya emas?” Banjur nyedeki seumber cumlorot kuwi mau.

Bareng ficedheki jebul sawiji ning Keong Mas kang nyungsang ing antara watu-watu kali. Keong banjur digawa bali, nalikane teka omah dicemplungake ing jero genthong.

Kaya biasane, mbok Randha menyang alas ananging nganti meh surup urung entuk krowodan, dheweke banjur mulih ngelanthung orang entuk opo-opo. Sakwise leyeh-leyeh ing ngarep emperan, dheweke mwnyang pawon menawi ana krowodan kang bisa ganjel weteng sing luwe.

Dheweke kami tenggenggen ngerti panganankang ing pawone. Batine kebak karo itakon, sopo sing ngeteri panganan kabeh kuwi. Ing saben dina sak bacute saben mulih soko tegal pawone wis cumepak panganan.

Mula kanthi sesideman dheweke ndedepi sapa kang mlebu ing pawone kuwi. Mbok Randha kaget ora kinara, saben ditinggal lunga Keong Mas mau metu saka genthong lan berubah dadi puteri ingkan ayu.

Mbok Randha banjur nakoni sapa sejatie putri ayu kui mau “Nduk wong ayau kaya sliramu iki sapa kok nganthi kedarang-darang ing alas lan jimlo dadi Keong Mas? ”

“Aaranku Candrakirana, aku iki garwane Raja Inukerta. Raja ing Jenggala”

“Lho kok nganthi dadi Keong Mas lan tumeko alas Dhadapan kuwi larah-larahe kepiye?”

Dewi Candrakirana banjur njlentrehake menawa ing sakwijining dina dicidra Raja Jin sakti kang karep ngepek garwa. Ananging dhewke emoh nuruti karepe Jin, Jin muntab, Dewa Candrakirana sinebda dadi Keong Mas banjur diguwang nang kali, adoh saka kreton Jenggala.

Wekasane ora bisa ketemu karo garwane Inukerta. Anehing kahanan nalika kecemplungan Keong Mas kaline dadi asat. Asate banyu jalari Keong Mas nyungsang ing watu nganti nemahi tiwas. Bejane ditemu lan diopeni Mbok Randha Dhadapan.

Mula kuwi yen supaya aku ora konangan Raja Jin aku tak ndelik neng kene anggepen aku anakmu dhewe lan wenehana aran Limaran. Lagi saktengahing rerembugan, ana swara lanang di dhodog Mbok Randha banjur mbukakne lawang.

Dayoh kang sandangane nuduhake punggawa kraton, crita menawa deweke diutus Raden Inukerta supaya njaluk banyu kang diwadahi bokor kencana.

Nampa kendhi pratala kang diwadahi bokor kencana, Raden Inukerta sauwat kaget amargi kelingan ora ana liyane sing kagungan kendhi pratala diwadahi bokor kencana kajaba Dewi Candrakirana. Raden Inukerta banjur ngajak para punggawa bali nyang Dhadapan nemoni Limaran.

Eeeba bungahe Raden Inukerta ketemu Limaran kang sejatine garwane dewe Dewi Candrakirana kang wis suwe ilang. Ketemune Raden Inukerta karo garwane dibarengi udan deres ing Ndeso Dhadapan. Tekane udan wise pageblug ing Ndeso Dhadapan. Kali bali mili, tlaga agung, desa dadi reja. Kabul panyuwune Mbok Randha Dhadapan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: